Breaking News

Mau Wisata ke Pantai di Jogja? Waspadai Serangan Ubur-Ubur


Ini peringatan bagi Anda yang akan mengisi liburan dalam waktu dekat ini untuk berwisata ke Jogja khususnya ke pantai di Gunung Kidul. Mengapa?

Seperti dilansir antaranews.com (4/06/18), Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau wisatawan yang akan berwisata di pantai daerah ini mewaspadai sengatan ubur-ubur. 

Melalui Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Hary Sukmono di Gunung Kidul, Senin, mengatakan pihaknya memprediksi wisatawan yang akan berlibur pada libur Lebaran 2018 akan melonjak, tapi di sisi lain Benua Australia sudah mulai musim dingin banyak ubur-ubur yang akan masuk ke Indonesia, termasuk pantai selatan di Gunung Kidul.
"Untuk itu, kami mengimbau wisatawan agar lebih berhati-hati jangan asal memegang hewan yang ada di laut," imbaunya. 

Namun demikian, ia mengimbau wisatawan untuk tidak takut berkunjung ke pantai selatan. Wisatawan harus mematuhi larangan dan imbauan petugas di lapangan.
"Kami minta wisatawan mentaati peraturan dan berhati-hati, jika ada hewan asing jangan menyentuhnya," katanya. 

Sementara itu, Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Gunung Kidul Surisdiyanto mengatakan saat ini sejumlah pantai sudah mulai muncul ubur-ubur, meski belum banyak. Disepajang pantai di Gunung Kidul berpotensi ada ubur-ubur, hanya satu pantai yakni Pantai Baron yang tidak ada ubur-uburnya, karena ada air tawar di sekitar pantai. 

Dia mengatakan untuk mengantisipasi wisatawan tersengat, pihaknya bersama masyarakat menyapu pantai. Lalu, mengubur hewan ini agar tak tersentuh wisatawan. 

"Warna ubur-ubur itu biru dan menarik, biasanya wisatawan akan menyentuh terutama anak-anak. Kalau tersengat dan tidak kuat, maka yang bisa pingsan," ujarnya. 

Surisdiyanto mengatakan biasanya tim SAR menyiapkan amoniak dan air hangat untuk membasuh luka bila ada wisatawan yang tersengat ubur-ubur. Harapannya bisa mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan. 

"Kami berharap wisatawan bisa mematuhi imbauan kami agar tak terjadi hal tidak diinginkan," katanya. 

Dia mengatakan, banyaknya ubur-ubur pada akhir bulan Juni - Agustus. "Wisatawan agar taat kepada peraturan jika ada ubur-ubur jangan dipegang, kami selaku tim SAR selalu siap," katanya.
 
 
 
 

Tidak ada komentar