Breaking News

Generasi Milenial Tak Mampu Beli Hunian?


Generasi millennials di Indonesia yang lahir pada 1980-2000-an sudah masuk ke dalam angkatan kerja, diprediksi menjadi kelompok terbesar pembeli properti di Indonesia hingga 10 tahun ke depan.

Sayangnya, saat ini masih banyak milenial yang merasa penghasilannya belum mencukupi untuk membeli properti, ingin hidup praktis, aktivitas leisure yang berlebihan karena ikut trend atau supaya bisa terlihat eksis di media sosial dan terlalu fokus ke gaya hidup konsumtif, gadget freak dan brand minded.

Menurut Asnedi, Property Investment Advisor Synthesis Development, sebenarnya millennials bukan tidak mampu membeli properti, tetapi belum mau membelinya. Padahal millennials diperkirakan bakal menggerakkan ekonomi dalam negeri dan mendorong perkembangan tren industri sektor properti baik masa sekarang, dan pada periode mendatang.

“Kondisi lain yang dialami millennials atau keluarga muda saat ini adalah tinggal di hunian dengan sistem sewa. Mereka ada keinginan untuk membeli hunian, tetapi mentok dan merasa berat jika harus membayar sewaan dan cicilan kredit pemilikan hunian,” ujar Anedi dalam keterangan tertulis, Jumat (25/5/2018).

Kondisi tersebut memberi gambaran, bahwa kalangan millennials dan profesional dihadapkan dengan masa depan yang abu-abu dalam hal pemenuhan kebutuhan hunian.

Generasi bebas atau millennials terdiri dari tiga tipe, ada yang masih tahap menempuh pendidikan, pekerja, dan berkeluarga. Generasi millennials mendapat kesempatan eksplorasi kreativitas dalam belajar, bekerja dan berbisnis dengan beragam akses yang ada, juga dalam memilih tempat tinggal. Pola hidup millennials sangat dinamis, dan logis,” ujarnya. Demikian seperti dilansir bisnis.com.




Tidak ada komentar